Friday, August 30, 2013

pelangi pagi

pagi ini ku terlihat segaris pelangi. meski matahari belum muncul, tika bulan bicara sendiri.
dari jauh, warnanya satu, semakin ku kehadapan, ku melangkah.
satu persatu warnanya ku belek. dari satu sehingga tujuh.
jauh bezanya dari jauh.
ku masih di dimensi ini melihat pelangi.

kedatanganku tidak dirai, kehilanganku tidak di cari, apatah lagi ditangisi.
sedarku cuma senafsi pengemis, tidak berhenti meminta simpati.
sedarku menjadi kelu, tiada bisikan yang melankoli.
sedarku masih melihat pelangi

angin rindu, berhenti bertiup, berhenti beralun. berhenti.
ku tidak sanggup lagi, meratapi yang ingin pergi, yang tidak ingin kembali.
biar derita ini menjadi pengubat derita, biar luka membalut luka.
kerna ku tidak tahu mengapa.
ku terus melihat pelangi pagi.

sebuah lukisan pelangi.


No comments:

Post a Comment